Dalam proyek konstruksi modern, terutama yang melibatkan struktur beton, penggunaan anchor menjadi elemen penting untuk memastikan sambungan kuat dan aman. Anchor berfungsi mengikat elemen logam seperti pelat, baut, atau tulangan ke dalam beton agar mampu menahan beban. Namun, tidak semua anchor memiliki sistem kerja yang sama. Dua tipe yang paling umum digunakan adalah anchor perekat (chemical anchor) dan anchor ekspansi (mechanical anchor).
Keduanya berfungsi sama, tetapi cara kerja, kekuatan, serta aplikasinya sangat
berbeda. Memahami perbedaannya sangat penting agar tidak salah memilih sistem
pengangkuran untuk kebutuhan proyek.
Anchor Perekat
(Chemical Anchor)
Anchor
perekat adalah sistem pengikat berbasis bahan kimia seperti resin epoxy,
vinylester, atau polyester. Prinsip kerjanya sederhana:
lubang pada beton dibor, dibersihkan, kemudian diisi bahan kimia sebelum batang
logam dimasukkan. Setelah bahan kimia mengeras, terbentuklah ikatan yang
menyatukan baja dan beton secara sempurna.
Kelebihan
utama chemical anchor adalah tidak menimbulkan tekanan ekspansi,
sehingga aman digunakan pada beton yang tipis, retak, atau memiliki jarak tepi
kecil. Selain itu, daya lekatnya yang tinggi membuat jenis ini cocok untuk
pemasangan rebar
sambungan, baseplate baja, braket besar, atau mesin industri berat.
Produk
seperti Hilti
HIT RE 500 V3, Hilti HIT RE
100 atau Hilti HVU 2 sudah teruji memberikan
hasil kuat, presisi, dan tahan terhadap getaran tinggi. Chemical anchor sering
dipilih untuk proyek yang menuntut kekuatan sambungan maksimal dan hasil kerja
yang rapi.
Ingin hasil pengangkuran yang kuat dan presisi di proyek Anda?
Gunakan chemical anchor profesional dengan bahan epoxy berkualitas.
Konsultasikan kebutuhan Anda ke 0812 6060 2997 untuk solusi terbaik
sesuai kondisi beton dan jenis beban proyek.
Anchor Ekspansi
(Mechanical Anchor)
Sementara
itu, anchor ekspansi bekerja dengan sistem tekanan mekanis.
Ketika baut dikencangkan, bagian ujung anchor mengembang dan mencengkeram
dinding lubang beton. Tekanan inilah yang membuat anchor tertahan dengan kuat. Jenis
ini tidak membutuhkan waktu tunggu pengerasan seperti chemical anchor, sehingga
sangat cocok untuk pekerjaan cepat seperti pemasangan bracket, rel pipa, atau sistem
mekanikal ringan.
Kelebihannya adalah pemasangan yang praktis dan efisien, tetapi anchor ekspansi juga memiliki batasan. Karena menimbulkan gaya tekan pada dinding beton, ia kurang ideal untuk beton rapuh atau dekat dengan tepi struktur, karena bisa menyebabkan retakan. Model seperti Hilti HST3, Hilti HSA dan Hilti HKD-SR banyak digunakan untuk pekerjaan dengan beban menengah yang membutuhkan kecepatan instalasi tinggi.
Perbedaan Keduanya
- Secara prinsip, anchor perekat bekerja dengan bahan kimia yang mengikat batang baja ke beton tanpa menekan dinding lubang, sedangkan anchor ekspansi mengandalkan tekanan mekanis untuk mencengkeram beton. Perbedaan ini membuat keduanya memiliki karakteristik dan fungsi tersendiri.
- Anchor perekat memiliki kekuatan tarik lebih tinggi, dapat digunakan pada beton retak, serta memberikan hasil yang lebih stabil terhadap getaran. Sementara anchor ekspansi unggul dalam kemudahan dan kecepatan pemasangan, cocok untuk pekerjaan ringan hingga menengah yang tidak memerlukan waktu curing.
- Dari sisi biaya, anchor ekspansi umumnya lebih ekonomis, namun anchor perekat memberikan hasil jangka panjang dengan daya lekat maksimal. Dengan memahami karakteristik tersebut, pemilihan anchor bisa disesuaikan dengan kebutuhan: Gunakan anchor perekat untuk pekerjaan struktural berat dan anchor ekspansi untuk pekerjaan cepat dengan beban ringan.
Pemasangan yang Tepat Menentukan Hasil
- Baik chemical maupun mechanical anchor, hasil terbaik hanya bisa didapat dari proses pemasangan yang benar.
- Lubang harus dibersihkan sempurna agar tidak ada debu atau serpihan beton yang menghalangi ikatan. Untuk chemical anchor, pastikan bahan kimia masih segar dan waktu pengerasan (curing time) sesuai spesifikasi produk.
- Sementara untuk anchor ekspansi, pengencangan baut harus memiliki torsi yang tepat agar tidak merusak dinding beton.
- Banyak aplikator profesional menggunakan alat khusus injeksi dan alat uji torsi untuk memastikan hasil presisi dan kekuatan optimal.
Pastikan proyek Anda dikerjakan oleh tim berpengalaman yang memahami standar
pemasangan anchor sesuai spesifikasi. Gunakan layanan profesional untuk hasil
lebih kuat, cepat, dan tahan lama di berbagai kondisi lapangan.
Hubungi 0812 6060 2997 sekarang juga!
Kelebihan Chemical
Anchor dalam Proyek Besar
Dalam
proyek-proyek besar seperti pembangunan jembatan, gedung bertingkat, dan
fasilitas industri, chemical anchor lebih sering digunakan karena
fleksibilitasnya. Sistem ini dapat diaplikasikan untuk penambahan tulangan baru
pada struktur lama (retrofit) tanpa perlu membongkar beton. Selain itu,
sifatnya yang non-ekspansif menjadikannya aman untuk beton tepi atau struktur
dengan jarak antar lubang sempit.
Chemical
anchor juga memberikan daya tahan tinggi terhadap beban dinamis, getaran,
dan perubahan suhu, menjadikannya solusi ideal untuk
pekerjaan jangka panjang. Dengan pemasangan yang tepat, hasilnya mampu menahan
gaya tarik dan geser secara konsisten bahkan di lingkungan ekstrem.
Kedua jenis anchor memiliki kelebihan
masing-masing. Anchor perekat menawarkan kekuatan, fleksibilitas, dan
keamanan tinggi pada beton yang rapuh atau tepi. Sedangkan anchor ekspansi
memberikan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi untuk pekerjaan instalasi ringan.
Memahami cara kerja dan karakteristiknya membantu aplikator maupun pemilik
proyek menentukan sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Pastikan proyek Anda menggunakan sistem pengangkuran terbaik agar hasilnya kuat
dan tahan lama. Hubungi 0812 6060 2997
untuk mendapatkan layanan pemasangan chemical anchor profesional yang rapi,
cepat dan sesuai standar proyek konstruksi anda.
Baca juga mengenai Tes Tarik Angkur (Pull Out Test Anchor) Chemical Hilti HIT RE 500 V3




.gif)
.gif)
.gif)
